Postingan

'Terhormat'

Tak habis pikir jadinya Otak dan kepala pejabat (terhormat) tak ada isinya Hanya ada bogem serampangan dilepas liar di sana Di antara emosi gila mendarat di muka Katanya wakil rakyat Melawan bisik licik iblis saja tak kuat Katanya pejabat terhormat Mengotori amanah berlagak seperti jagoan hebat Entah apa yang kalian cari di sana Uang? Masih belum cukup rupanya Entah apa yang kalian ributkan di sana Harga diri? Itupun sudah tak pantas kalian punya Sudah!! Balik saja kalian jadi rakyat biasa Usah lagi datang dan berdiam di istana kami yang terhormat Sebab kalian sudah tak pantas mendapat hormat Tamat!!

Doa-Doa Tengadah

Dan hujan kembali melukis senyum rekah Di dedaunan basah Di rebah tanah Di jiwaku yang mencandu rinai hujan mengantar pada doa-doa tengadah Mustajabah

Cinta Di Kelebatan Hujan

Aku temukan cinta di kelebatan rinai hujan Terjatuh bersama berkah dan rahmat yang mencumbu rerumputan Ah, aku tak kuasa melukiskan ke-Mahaan-Mu dalam rupa sajakku Sebab hanya ingin kugenggam kasih-Mu dalam sujud dan lisanku Pada-Mu

Tikus-Tikus Berkuasa

Aku bertanya pada hitam Masihkah ada putih di sebalik sekam? Merangkak pergi dari gelap yang mengancam Mencari tuhan lumpuh yang biasa membawa gada Menegakkan adil tanpa pandang siapa Meski peluru dan darah mungkin saja sudahi nyawa Aku masih akan terus bertanya dan siaga Selama tikus-tikus masih mencuri cara Bagaimana meloloskan makan malam di meja paripurna Bagaimana menuntaskan kantong lapar dalam satu suara Sungguh celaka!! Tikus-tikus masih saja mau kuasa