Didih Kata

Kubaca kembali jejak langkah pena
Baru saja kutemui terbis menganga
Bersiap menelan pikirku yang mulai lumpuh tuk bicara

Astaga!
Di mana kutelantarkan isi kepala
Sementara bait puisi berdesak meminta-minta
Untuk kumuntahkan dalam didih kata-kata


Celaka!
Kembali harus kubaca
Kembali harus kueja
Sebelum hatiku mengeras baja

Komentar

Terbaru

Warjito (Sebuah Memori dalam Puisi)

Lelaki yang Membawa Mimpi ditengah Pandemi

I and Love Poems I Read to Patter of Morning Dew