Dalam sudut pandang saya, mengenal sosok Arji adalah anugerah. Ia adalah salah satu kader terbaik yang pernah saya kenal. Sosok yang sederhana, super aktif, kritis, suka baca buku, smart , punya rasa ingin tahu yang luar biasa, teguh pada pandangan/penilaiannya (meski terkadang menjengkelkan), bersedia menerima nasihat dan bimbingan seniornya. Lebih dari itu, ia pun sosok yang puitis, meski tak banyak yang tahu soal itu. Sikapnya yang calm , menenggelamkan sisi berapi-apinya dalam berargumen di arena diskusi, karena (setahu saya) dia adalah pribadi yang sulit dipotong sejenak manakala sedang berbicara. Dimensi puitis itulah yang masih terekam jelas dalam benak saya selama ini. Tahun 2007 lalu, saya bersama beberapa kader pilihan menginisiasi berdirinya Lembaga Sastra Tinta, antara lain: Warjito, Imamul Hafidin, Rini Setiani, Tole, Viva Faronika, Irma Tazkiyya, Mayang Maharani, dan lainnya. Dalam kurun 2 tahun pasca berdirinya lembaga tersebut, telah banyak ...
Lelaki itu bernama Dimas Tetap berangkat bukan untuk mencari emas Pagi hari ke sekolah ia bergegas Menjemput ilmu yang tak didapatkannya Dari ruang internet sungguh bernilai hampa Bagi garis hidup belum berpihak baik padanya Di sekolah ia hanya disambut kepala sekolah dan guru Tak ada kawan-kawan biasa membawa haru biru Sendiri berteman papan tulis dan buku-buku Rupanya pandemi menyisakan pilu Bagi banyak mereka yang tak mampu Dengan tabah harus memeras rindu Hanya bisa menikmati pendidikan lewat sebuah temu Ayahnya hanya seorang nelayan Ibunya buruh pengering ikan Gawai dan kuota terlampau mahal dibelikan Seliter beras lebih berharga di hadapan Melewati pelik masa pandemi entah sampai kapan Corona memang memaksa sebuah keadaan Aturan-aturan baru ikut diberlakukan Tapi pendidikan tak seharusnya menjadi ironi tragedi Bagi mereka yang datang membawa mimpi-mimpi #AnakHebat #DimasIbnuAlias
I am Not budge behind the dark cliffs imprison the night Waiting the light tear down fallen star between moon gaze I contemplated back worn out manuscripts of Lord were scattered On the arrogant walls of the world and the theatrical of devotee of the relative paradise And along with quiet was increasingly rising Stabbing my longs chanting traces of taste in your heart niche Increasingly deep, Increasing I could not get your love's lake place Inundate the hope despite all just present silence Melting to be struck the color of the day without light And your heart did not like transparent of my heart I have long been intoxicated your love's wine To poison the mystery of soul and mute fragment among us Suffice love poems that i have Explain the verse of taste, settle tired of soul I would read to patter of dew in the morning In drizzle of rain and rainbow arch Or dense clouds that were quickly marching away And love, Maybe it's ju...
Komentar
Posting Komentar