Kembalilah di Pelukan Bilik-Bilik Bambu

Menikmati seteguk malam
Selintas tembang mengayun diam
Di antara petikan gitarnya yang karam
Dan nyanyian asing menumpas peluh asam

Suaranya beradu raung mesin mini bus
Memaksa letih mencuri dahaga kian rakus
Sepanjang hari menyemai serpihan tekadmu tulus
Tergurat di garis-garis hitam wajahmu yang tirus

Kembalilah engkau di pelukan bilik-bilik bambu
Bersama episode malam telah lama menunggu
Sekelebat mimpi dalam dengkuran kecil tidurmu
Dan celoteh jangkrik mengusik rindu
------
Tangerang, 2 Februari 2013

Komentar

Terbaru

Warjito (Sebuah Memori dalam Puisi)

Lelaki yang Membawa Mimpi ditengah Pandemi

I and Love Poems I Read to Patter of Morning Dew